Binance Mundur dari Kesepakatan Akuisisi FTX, Pertukaran Kripto Bankman-Fried di Ambang Kehancuran

WASHINGTON – Pertukaran kripto Binance mengumumkan pada hari ini, Rabu (10/11/2022), pihaknya mundur dari rencananya untuk mengakuisisi FTX, pertukaran kripto milik Sam Bankman-Fried.

Pengumuman tersebut terjadi satu hari setelah CEO Bianance Changpeng Zhao mengatakan Binance, pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, telah mencapai kesepakatan yang tidak mengikat untuk membeli bisnis non-AS FTX dengan jumlah yang tidak diungkapkan, sehingga akan menyelamatkan perusahaan dari krisis likuiditas. Awal tahun ini, FTX dihargai 32 miliar dolar AS oleh investor swasta.

“Pada awalnya, harapan kami adalah dapat mendukung pelanggan FTX untuk menyediakan likuiditas. Tetapi masalahnya berada di luar kendali atau kemampuan kami untuk membantu,” kata Binance dalam tweet-nya hari ini, yang dikutip dari CNBC.

Pada Senin (8/11/2022) malam, FTX menghadapi krisis likuiditas, Bankman-Fried berusaha mengumpulkan uang dari pemodal ventura dan investor lain sebelum dia pergi ke Binance, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Zhao awalnya setuju untuk turun tangan, namun perusahaannya dengan cepat mengubah arah, mengutip laporan mengenai “dana pelanggan yang salah penanganan dan dugaan penyelidikan oleh agen Amerika Serikat.”

Belum ada informasi siapa selanjutnya yang akan membeli pertukaran kripto FTX. Bankman-Fried mengatakan kepada investor, perusahaan menghadapi kekurangan hingga 8 miliar dolar AS dari permintaan penarikan dan membutuhkan dana darurat, menurut laporan Wall Street Journal.

Disintegrasi kesepakatan Binance-FTX adalah babak terbaru dalam keruntuhan yang mengejutkan dan mengguncang dunia kripto pekan ini.

Bankman-Fried mencoba meyakinkan investor pada Senin bahwa aset perusahaan baik-baik saja. Namun setelah Zhao dari Binance menyatakan secara terbuka bahwa perusahaannya menjual kepemilikan di FTT, token asli FTX, aksi jual terjadi dan FTX tidak dapat melakukan apa pun untuk menghentikannya.

Salah satu perusahaan modal ventura paling terkemuka di Silicon Valley, Sequoia Capital, menenggelamkan 210 juta dolar AS ke dalam perusahaan kripto itu, menurut reporter Eric Newcomer.https://www.youtube.com/embed/BgtEOCK7cUY

FTX memberi tahu investor baru-baru ini bahwa laba bersihnya pada 2022 diproyeksikan turun menjadi 144 juta dolar AS, turun dari 338 juta dolar AS pada 2021, sementara pendapatan diproyeksikan naik menjadi 1,1 miliar dolar AS dari 1 miliar dolar AS pada tahun lalu.

Bankman-Fried mengatakan pada Selasa (9/11/2022) pelanggan FTX menuntut penarikan hingga 6 miliar dolar AS. Dia juga menghapus tweet dari hari sebelumnya, yang menunjukkan bahwa FTX memiliki aset yang cukup untuk menutupi kepemilikan klien.

Zhao mengatakan kepada karyawan Binance dalam sebuah memo hari ini, dia “tidak merencanakan” runtuhnya FTX. Dia mengatakan penurunan FTX “tidak baik untuk siapa pun di industri ini” dan karyawan tidak boleh “memandangnya sebagai kemenangan kami.”

Dia juga berpesan kepada FTX untuk tidak memperdagangkan token FTT saat cobaan sedang berlangsung.

“Jika Anda punya tas, Anda punya tas. JANGAN membeli atau menjual,” tulisnya.

FTT telah kehilangan nilainya sekitar 80 persen antara Senin dan Selasa, jatuh ke 5 dolar AS dan memusnahkan lebih dari 2 miliar dolar AS dalam sehari. Token ini turun lebih dari setengah pada hari ini menjadi sekitar 2,30 dolar AS, menyusutkan nilai total token yang beredar menjadi sekitar 308 juta dolar AS.

Cryptocurrency telah anjlok di tengah kekacauan FTX dan Binance, dengan Bitcoin jatuh 15 persen pada perdagangan hari ini setelah mengalami penurunan hingga 13 persen pada Selasa.

Bitcoin diperdagangkan di bawah 16 ribu dolar AS untuk pertama kalinya sejak November 2020. Sementara Ether, telah jatuh lebih dari 30 persen selama dua hari terakhir dan hampir diperdagangkan di bawah 1 ribu dolar AS.

Sumber : Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *